Kasus Pencurian di Berau Mulai Marak

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Kepolisian Resor (Polres) Berau berhasil mengungkap 3 kasus pencurian hingga penggelapan di 9 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Bahkan,salah seorang pelaku diantaranya merupakan residivis 4 kali sepesialis pencurian di rumah kosong.

Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Berau, Ipda Siswanto mengatakan, kasus pertama yang berhasil diungkap adalah pencurian sejumlah barang elektronik dari rumah kosong. Tersangka dengan inisial EAN (37) asal Berau berhasil ditangkap dan terbukti melakukan pencurian rumah kosong di 7 TKP berbeda.

Unit Opsnal Satreskrim Polres Berau berhasil membekuk pelaku pada Sabtu (26/2/2022) lalu sekitar jam 13.00 WITA di rumah pelaku Jalan Manunggal Gang Lurus, Kelurahan Gayam Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau dengan barang bukti 1 laptop merk ASUS warna hitam, 1 buah Tablet merk Samsung Warna hitam, 1 buah Handphone Merk Vivo, dan 1 buah laptop merek Acer warnah Silver.

"Kami menerima berbagai laporan tentang maraknya kejadian pencurian rumah kosong, kemudian dilakukan penyelidikan. Dari hasil tersebut kami berhasil mengantongi nama dan ciri-ciri pelaku," ucapnya, saat Press Release Senin (7/3/22).

"Setelah itu, kami lakukan penggrebekan dan berhasil menangkap pelaku. Saat diinterogasi awal, terduga pelaku mengaku bernama Sdr. EAN (37) yang ternyata adalah Residivis Kasus Pencurian Rumah kosong baik siang hari ataupun malam hari, ini kasus yang keempat kalinya dilakukan pelaku,"sambungnya.

Ipda Siswanto mengungkapkan dalam melakukan pencurian, EAN (37) merupakan pelaku tunggal. Modusnya sang pelaku berkeliling untuk mencari rumah atau bangunan kosong yang ditinggal penghuninya.

"Jadi, si pelaku melihat apabila lampunya menyala di siang hari, mulailah sang pelaku beraksi pada malam harinya. Dibobol lewat jendela atau pun pintu masuk dan kadang saat orang yang keluar sebentar,si pelaku pun juga beraksi," tambahnya.

Pengungkapan selanjutnya dilakukan pada Rabu (28/2/2022), yakni kasus pencurian 2 buah kuku grader Komatsu milik di Toko Maju Sukses, Jalan Kedaung, Tanjung Redeb. Unit Opsnal berhasil menangkap 5 orang terduga pelaku dengan inisial BB (23), SPP (22), SN (23), SE (18), dan RM (22).

Setelah mendapat laporan, Piket Reskrim Polres Berau melakukan olah TKP di Toko Maju Sukses dan melakukan introgasi terhadap korban. Diketahui aksi pencurian tersebut terekam CCTV milik toko tersebut. Ipda Siswanto mengatakan kelima pelaku berkomplotan dengan menggunakan 1 buah unit mobil untuk mengangkut barang hasil curian.

"Setelah diinterogasi, kelimanya tidak bekerja di toko itu. Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni : 1 buah Kuku Grader Komatsu (Cutting Edge Merk SUNMACH) dengan nomor seri 509558 lubang 13; 1 (Satu) buah Kuku Grader Komatsu (Cutting Edge Merk SUNMACH) dengan Nomor Seri 4T2233 lubang 15; dan 1 Unit Mobil Merk Carry Warna Biru Dengan Nopol KT 8612 GE milik PT.Mahaga Telkomsel," terangnya.

Selanjutnya, pengungkapan kasus terbaru yakni penggelapan uang hasil penjualan 300 ekor sapi ternak dengan terduga pelaku SN (41). Ipda Siswanto menyampaikan kronologi kejadian itu terjadi sejak Idul Adha tahun 2021 lalu. Diketahui, salah seorang pengusaha dari Polewali Mandar, mengirim 300 ekor sapi ke Kabupaten Berau.

"Jadi hasil penjual hewan ternak dibagi-bagi oleh pengepul yang disini. Sebagian uang itu tidak disetor kepada pengusaha dari Polewali Mandar itu. Kemudian, dari Polres Polewali Mandar minta bantuan kami untuk melakukan pengamanan kepada pelaku," jelasnya.

Dari ketiga kasus yang diungkapkan ini, Polres Berau mengingatkan mulai merebaknya COVID-19 di Bumi Batiwakkal selama ini, kasus pencurian cukup marak dengan alasan untuk ekonomi.

Ipda Siswanto menegaskan, pengamanan dan patroli pun perlu dilakukan untuk mencegah kasus serupa. Terutama saat mulai menjelang lebaran.

"Kami dari Polres Berau tidak ada hentinya mengingatkan supaya bekerja sama untuk menjaga keamanan. Kami juga segera lakukan peningkatan patroli hingga ke setiap kampung bahkan tingkat RT. Beberapa hal yang dirasa perlu diperhatikan, seperti adanya CCTV online itu sangat membantu kami untuk melakukan pengungkapan," pungkasnya.(sep)